Magic Johnson Masih Hidup 20 Tahun Setelah Terkena Virus HIV













Magic Johnson masih hidup 20 tahun setelah terkena virus HIV. "Magic" sendiri adalah nickname yang diberikan oleh Pat Riley kepada Earvin Johnson, guard LA Lakers. Pertama kali Magic dikonfirmasi membawa virus HIV adalah pada tanggal 6 November 1991.


Menurut wikipedia, Virus imunodifisiensi manusia (bahasa Inggris: Human Immunodeficiency Virus atau HIV ) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan dapat menyebabkan sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.


Jangan salah dengan istilah AIDS dengan HIV karena mereka berbeda. Menurut wikipedia, Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya.


Secara gampang anda dapat mencerna HIV sebagai virus, sedangkan AIDS adalah nama penyakit yang disebabkan karena orang yang terkena virus HIV-1 tidak diobati. Yang mengerikan dari penyakit ini adalah tidak ada obat atau penyembuhan buat orang-orang yang terinfeksi virus HIV.


25 juta orang sudah meninggal karena HIV/AIDS dan lebih dari 30 juta orang di dunia hidup dengan virus HIV. Bahkan ada 50,000 sampai 60,000 orang baru yang terkena virus ini di Amerika setiap tahunnya.


Ketika Magic melakukan press conference pada tahun 1991 tersebut, ia harus diingatkan oleh agentnya - Rosen - akan satu hal penting. "Saya mengingatkan Magic untuk memberitahu dunia bahwa ia terkena HIV, bukan AIDS," ujar Rosen. "Pada saat itu, hanya sedikit yang kami dan dunia pahami tentang hal tersebut." Pada tahun 1991, Magic mengumumkan bahwa: "Karena saya terkena virus HIV, saya harus pensiun dari Lakers hari ini."


"Saya berencana untuk hidup yang lama. Dan saya akan menjadi orang yang bahagia. Kadang kita pikir hanya orang-orang gay yang bisa terkena virus HIV ini. Saya katakan bahwa virus ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan terhadap saya sekalipun, seorang Magic Johnson," jelas Magic.


Butuh sebuah keberanian untuk bisa naik ke podium saat itu. "Saya berdiskusi panjang dengan istri," ujar Johnson. "Kami berbicara selama berhari-hari. Istri saya mempertanyakan apa reaksi publik nanti terhadap kondisi saya. Setelah berbincang-bincang lebih lanjut, kami memutuskan bahwa mengumumkan kondisi saya kepada publik adalah tindakan yang benar untuk dilakukan. Kami ingin mengedukasi masyarakat dan menyelamatkan nyawa manusia."


Presiden Golden State Warriors - Rick Welts mengatakan: "Saya tidak bisa membayangkan siapapun yang datang ke press conference Magic saat itu, yang tidak mengingat kejadian tersebut seperti baru terjadi kemarin. Karena kita tidak tahu apakah ada hal positif yang bisa dialami Magic dengan kejadian tersebut."


"Ada dua hal yang tidak akan saya lupakan dari pengumuman Magic saat itu," ujar eksekutif Lakers - Jeanie Buss. "Pertama adalah betapa beraninya Magic. Semua orang terlihat hancur, namun ia tetap tegar. Magic sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Hal kedua adalah setelah ibu saya meninggal, baru kedua kalinya saya melihat ayah saya menangis." Agent Magic, Rosen mengatakan: "Saat itu adalah pertama kalinya saya melihat para reporter yang meliput menangis."


20 tahun setelah Magic mengumumkan bahwa ia terjangkit virus HIV pada 6 November 1991, Magic mengadakan press conference pada tanggal 7 November 2011 untuk mengumumkan bahwa ia masih hidup. "Tuhan itu baik," ujar Johnson. "Saya masih bisa hidup 20 tahun setelah terkena virus HIV. Wow. Sungguh sebuah anugerah."


Itulah kekuatan dari seorang Magic Johnson. Sosok orang yang positif terkena virus HIV adalah seseorang yang kita idolakan, seorang figur yang kita sukai. Namun ketakutan itu sudah hilang. Dan ironisnya, itu adalah hal negatifnya.


"Saya sering bilang bahwa saya adalah sisi baik dan buruk dari virus tersebut," ujar Johnson. "Sisi baiknya adalah saya masih bisa tetap hidup dengan baik dan bisa menaikkan awareness orang terhadap virus HIV. Sisi buruknya, ketika orang melihat bahwa saya masih baik-baik saja setelah terkena virus HIV, orang-orang jadi mengendurkan atensinya terhadap HIV dan AIDS. Padahal penyakit ini sungguh berbahaya dan tidak dapat disembuhkan."


Johnson memanfaatkan momen perayaan 20 tahun sejak mengumumkan bahwa ia terkena virus HIV untuk menyumbangkan cek sebesar $1 juta kepada Magic Johnson Foundation, hasil sumbangan 40 dermawan yang masing-masing menyumbangkan $25,000.


Magic mengatakan bahwa ia mendapat kepuasan dari hidupnya pasca pensiun dari dunia olahraga dengan membangun bisnis dalam bidang real estate, investment funds, bioskop dan tempat berbelanja.


Magic menyebutkan dengan bangga bahwa organisasi non profit miliknya - Magic Johnson Foundation telah berhasil mengumpulkan dana sampai $10 juta untuk mendanai riset penyakit AIDS, melakukan testing HIV untuk 250,000 orang dan memberikan beasiswa kepada 150 murid di college.


"Saya selalu menjadi seorang pemimpin seumur hidup saya," ujar Johnson. "Saya selalu memimpin. Saya tidak tahu bagaimana melakukan hal lain. Tidak pernah terpikir bahwa saya harus memimpin komunitas HIV dan AIDS dan menjadi sosok orang yang terkena penyakit yang mematikan ini. Ketika Tuhan mengatakan bahwa inilah cara saya harus memimpin, saya tidak menoleh ke masa lalu, saya menerimanya dengan sukacita. Saya senang bisa menjadi wajah dari penyakit ini. Mungkin satu-satunya masalah adalah saya akan merasa lebih senang apabila orang berkulit hitam dan coklat yang terkena penyakit ini berjumlah lebih sedikit."


"Ketika Tuhan memberi saya HIV, Ia memberinya kepada orang yang tepat. Saya akan melakukan sesuatu yang baik dengan kondisi saya ini," ujar Magic.


"Saya tahu bahwa saya benar-benar diberkati karena sudah ada jutaan orang yang meninggal sejak 20 tahun lalu sampai sekarang. Kita harus melakukan tugas yang lebih baik lagi dalam mengedukasi masyarakat, dan saya sudah mendedikasikan hidup saya untuk melakukan hal tersebut, dan akan terus melakukannya," ujar Magic.


"Penting buat saya untuk memberikan pengetahuan kepada khayalak umum tentang HIV. Dan saya mempunyai kesempatan untuk berkeliling dunia dan melakukannya," ujar Johnson.


Virus HIV masih ada di tubuh Johnson dan Magic tidak sembuh. Ia harus tetap minum obat. Magic Johnson mendeskripsikan virus HIV dalam tubuhnya seperti sedang tertidur. Menurut L.A. Times, Magic mengatakan bahwa ia bisa menahan virusnya agar tidak aktif dengan cara mempertahankan diet yang teratur dan meminum tiga pil obat, dua kali sehari.


Johnson mengatakan ia tidak pernah merasa kesulitan dengan berjuang melawan virus HIV, namun ia mengaku bahwa pengobatan yang ia harus jalani menjadi jauh lebih mudah sekarang. Dulu Magic sampai harus meminum 15-16 pil obat dalam sehari [lima kali lebih banyak dari jumlah obat yang ia minum sekarang - ditambah dengan efek samping yang lebih kuat dan membuat perutnya sakit].


"Saya pikir situasi Magic cukup umum," ujar Dr David Ho. "Kebanyakan pasien yang diobati dengan therapy masa kini akan bisa bertahan hidup. Magic adalah simbol dari apa yang dialami kebanyakan pasien virus HIV saat ini. Situasi sekarang berbeda jauh dengan tahun 1991. Dulu, sulit buat obat apapun untuk bisa mengontrol virus HIV. Sekarang situasinya sudah berubah."


Selain cara pengobatan, sikap orang juga berubah terhadap HIV. "Dulu saya pernah mendapat telepon dari tiga restoran elite [salah satunya di New York], yang meminta saya untuk tidak datang ke tempat mereka. Sungguh suatu hal yang menyedihkan," ujar Magic.


Salah satu alasan kenapa istri Magic tidak ingin agar suaminya mengumumkan penyakitnya secara publik adalah karena ia khawatir Magic akan diperlakukan sebagai orang yang diasingkan. Ia benar-benar berpikir bahwa tidak akan ada lagi orang yang mau memeluk Magic. Namun istri Magic berkata, "dunia malah merangkul kami."


Johnson berkata pada istrinya bahwa ia akan mengerti apabila istrinya mau meninggalkannya karena terkena virus HIV. Istri Magic merespon kata-kata suaminya dengan menampar muka Magic karena menyarankan hal tersebut.


Johnson: "Kami hanya menangis dan saling berpegangan satu sama lain. Hal terbaik yang pernah terjadi kepada diri saya setelah terkena virus HIV adalah istri saya tetap bersama saya. Saya pikir itulah alasan mengapa saya tetap hidup hari ini."


20 tahun lalu, siapa yang menyangka Magic masih bisa hidup sampai sekarang? Kita selalu meremehkan Magic, dan hal ini bukan terjadi untuk pertama kalinya. Kita pikir Lakers akan selesai di game keenam NBA Finals 1980 tanpa Kareem Abdul-Jabbar. Kita tidak menyangka bahwa Magic bisa menampilkan salah satu performa terhebat dalam sejarah NBA, padahal ia masih seorang rookie!


Kita pikir Magic tidak akan bisa kembali bersinar setelah gagal mengalahkan Boston Celtics di Finals tahun 1984. Namun ia malah memenangkan kejuaraan di musim berikutnya.


Kita pikir dominasi fast break khas Lakers akan dihancurkan Twin Towers setelah Houston Rockets mengalahkan Lakers di tahun 1986, sampai Johnson kembali dengan performa terbaiknya - memenangkan MVP pertamanya dan juara back-to-back.


Setelah mengumumkan bahwa Magic terkena virus HIV pada bulan November 1991, Magic muncul kembali tiga bulan kemudian pada ajang All-Star. All-Star Game adalah event yang penting buat Magic.


Johnson bukan hanya bisa bermain di All-Star Game, tapi dia menjadi seorang mega bintang diantara para bintang. Magic mencetak 25 points, sembilan assists, termasuk memasukkan tiga three points menit-menit akhir quarter empat [salah satunya adalah di akhir pertandingan], dan memenangkan gelar MVP.


Kemudian Magic ikut serta dalam Dream Team USA tahun 1992 di olimpiade [meraih medali emas]. Karl Malone mengatakan kepada publik bahwa ia merasa tidak nyaman berada satu lapangan dengan Johnson. Magic merasa terluka dengan komentar tersebut.


Salah seorang istri dari pemain NBA bahkan mengatakan, "Magic bisa mencetak angka kapanpun ia mau. Ia tinggal memotong pergelangan tangannya dengan pisau, dan menerobos masuk ke pertahanan lawan." Magic lalu sempat bermain kembali sebanyak 32 pertandingan di musim 1995-96.


Anda tahu hal lain apa yang kita remehkan dari Magic? Rasa sakit yang harus ia tanggung untuk meninggalkan NBA di puncak karirnya. Setelah memenangkan lima kejuaraan dan tiga gelar MVP dalam 12 musim berkarir, Magic merasa keputusan untuk mundur dari NBA saat itu adalah keputusan yang tepat.


"Hal yang paling sulit adalah ketika melihat Lakers bermain, dan saya tidak ikut di dalamnya. Hari pertama merasakan kehilangan hal yang saya paling cintai adalah sebuah perasaan yang sangat sulit," ujar Magic.


"Secara karir, saya sedang berada dalam masa keemasan. Mundur dari NBA adalah sebuah keputusan yang sangat, sangat sulit. Namun saya ingin hidup lebih lama," ujar Magic.


Pada tahun 1991, kebanyakan orang tidak akan mengira Magic akan hidup lama. Bahkan seorang dokter hebat yang mengobati Magic - David Ho mengatakan bahwa bukan sebuah ide bagus untuk membiarkan Magic terus bermain untuk Lakers apabila ia ingin menjaga tubuhnya agar bisa melawan virus HIV.


Lalu seperti yang kita ketahui, Johnson pensiun pada umur 32 tahun, hanya setahun setelah memenangkan gelar MVPnya yang ketiga dan lima bulan setelah ia masuk ke NBA Finals untuk kesembilan kalinya. Magic bersikeras sampai hari ini bahwa hasil akhir NBA Finals 1991 [melawan Chicago Bulls] akan berbeda apabila James Worthy tidak cedera ankle ketika melawan Portland Trail Blazers di final wilayah Barat.


Dr. David Ho mengatakan bahwa kesehatan Johnson saat ini mewakili kemajuan riset dalam dunia pengobatan AIDS dan HIV dalam 20 tahun terakhir.


"Kondisi Magic sekarang adalah simbol dari suksesnya sebuah pengobatan," ujar Ho. "Pengobatan dan therapy yang dilakukan Magic adalah sebuah hal umum seperti yang didapatkan pasien Amerika pada umumnya. Jadi kasus Magic bukan sebuah pengecualian. Magic Johnson menggambarkan simbol sebuah harapan."


Ketika Johnson pensiun sebagai pemain bsaket di usia 32 tahun, publik takut Magic tidak akan bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 40.


Sekarang pada usia 52 tahun, Magic tetap hidup seperti yang ia telah janjikan. "20 tahun terakhir adalah pengalaman hidup yang luar biasa, dan saya harap kita akan mengalami 20 tahun yang hebat juga ke depannya," ujar Magic Earvin Johnson.




0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2010 • Se Ha Ti • Design by Dzignine