Umar Bin Khattab R.A Trilyuner Yang Sederhana

http://thepatria.files.wordpress.com/2010/10/umar2.jpg

Pandangan dari kebanyakan orang, terutama yang kurang ilmunya mengatakan, bahwa Islam mendidik umatnya untuk sederhana, boleh dikatakan sampai miskin. Sehingga hadirlah istilah "Tidak mengapa miskin harta, asalkan kaya hati", dan istilah lain "Mangan gak mangan sing penting kumpul". Terlalu naif tentunya.


Padahal, pada prinsipnya dalam Islam diajarkan untuk bersikap zuhud dalam melangsungkan kehidupan duniawi.

Rasullah bersabda :

"Bekerjalah untuk akhiratmu seolah engkau akan mati esok hari, dan bekerjalah untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya."

Melihat dari Hadits diatas, mari kita pelajari contoh kehidupan salah satu sahabat terbaik Rasulullah SAW.

Selama ini, yang kita ketahui hanya ada dua sahabat Rasul yang benar-benar sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit banyak seolah-olah "mengabaikan" kekayaan yang dipunyai oleh sahabat-sahabat yang lain.


Siapa Umar Bin Khattab R.A ?

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid). Serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Saat itu ada dua negara adi daya, yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan Islam pada jaman Umar. Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini.

Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, sebanyak 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan.

Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), yang terjadi di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas, mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar pun akhirnya memilih untuk shalat di tempat lain, agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat tersebut.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan.

Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun keempat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung, pada saat peristiwa hijrah.


Kekayaan Khalifah Umar Bin Khattab R.A

Ingat perkataan Umar bin Khattab, bahwa ia tak pernah bisa mengalahkan amal sholeh Abu Bakar? Itu artinya, siapapun tak bisa menandingi jumlah sedekah dan infaqnya Abu Bakar As-Shiddiq.

Lantas, bagaimana dengan kekayaan Umar bin Khattab sendiri? Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang untuk menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya raya.

Ketika wafat, Umar bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp160 juta — perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu artinya, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun.

Setiap tahunnya, rata-rata ladang pertanian yang ada saat itu menghasilkan Rp40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan sebanyak Rp2,8 Triliun setiap tahunnya, atau Rp233 Miliar dalam sebulan.

"Berarti Umar ra mendapatkan passive income sebanyak Rp2,8 Triliun setiap tahun, atau Rp233 Miliar sebulan!" (Fikih Ekonomi Umar ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99, konversi pada saat harga dinar Rp 1,2 juta)

Umar ra memiliki 70.000 properti. Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk dikonsumsi, melainkan disisakan untuk membeli properti, agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan.

Kenapa harus properti?

1. Karena sahabat kaya raya lewat properti

2. Karena Allah tidak ciptakan bumi yang kedua, sehingga harganya makin mahal

3. Karena harga properti naik terus dan tidak fluktuatif

4. Karena properti adalah investasi terbaik dan teraman

5. Karena properti memiliki dua keuntungan : Capital Gain dan Cash Flow

6. Karena bumi ini harus diwarisi oleh kaum yang taat kepada Allah

Namun begitulah Umar. Ia tetap saja sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.

Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, "Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak."


Subhanallah. Semoga dengan keimanan dan ketaqwaan, kita mampu meneladani khalifah Umar bin Khattab ra.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2010 • Se Ha Ti • Design by Dzignine