Gaya Hidup Hijau di Rumah Kita


Rumah merupakan tempat beristirahat dimana kita biasa melepas lelah setelah seharian bekerja atau beraktivitas di luar. Sebagai tempat beristirahat situasi rumah yang nyaman dan tenang merupakan impian bagi setiap orang. Tidak terlalu berlebihan memang, mengingat hampir sekitar 8 jam dari waktu kita dalam sehari dihabiskan di rumah. Kita tidak ingin menghabiskan delapan jam tersebut sama seperti ketika kita bekerja bukan?

Selain sebagai tempat beristirahat, rumah mampu menjadi cermin karakter penghuninya. Setiap perabot yang digunakan, warna dinding yang dipilih, ornamen yang dipajang, perangkat elektronik sampai desain taman mencirikan apakah penghuninya memiliki pribadi yang moderen, klasik, dinamis, artistik, ataupun futuristik. Sedemikian dalam rumah mencerminkan karakter penghuninya, menjadikan rumah sebagai perwakilan diri seseorang.

Bagaimana dengan seorang yang mencintai alam, apakah kepedulian ini tercermin dari rumah tinggal? Tentu saja! Setiap pengisi rumah yang dipilih pastinya berasal dari bahan yang tidak menciderai alam dilengkapi dengan gaya hidupnya ramah terhadap lingkungan.

Mari kita lihat hal-hal apa saja yang dapat mendukung pelestarian alam dan lingkungan.


1. Dapur dan Meja Makan
  • Sebisa mungkin memasak bahan makanan dalam potongan kecil.
    Bahan makanan yang dimasak dalam potongan kecil akan lebih cepat matang. Dengan demikian akan menghemat bahan bakar untuk memasak.
  • Gunakan minyak kelapa daripada minyak sawit.
    Beberapa perkebunan sawit dibuka secara resmi dan berproduksi sejak bertahun-tahun yang lalu, namun dalam 20 tahun terakhir perkebunan sawit baru muncul secara besar-besaran dengan membuka hutan sebagai penyangga kehidupan manusia.

    Tidak jarang dalam proses pembukaan perkebunan baru ini menyalahi ketentuan undang-undang dan menimbulkan konflik dengan masyarakat lokal dan menghilangkan berbagai jenis tumbuhan dan tempat tinggal hewan-hewan. Tidak pernah ada yang salah dengan perkebunan sawit, namun membuka perkebunan baru dengan menghilangkan hutan bukanlah tindakan yang bijaksana.

    Sementara ini di Indonesia belum ada ketentuan penggunaan label tertentu untuk minyak sawit dari perkebunan yang tidak merusak hutan. Tidak ingin beresiko ikut merusak hutan meski secara tidak langsung? Minyak kelapa bisa menjadi pilihan.
  • Menggunakan air untuk mencuci sayuran dan buah dengan bijak.
    Sayuran dan buah hendaknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Namun berlama-lama mencuci sayur dan buah dibawah air mengalir bukanlah tindakan yang bijaksana. Sebagai pilihan, konsumsi sayur dan buah organik. Selain lebih sehat, sayur dan buah organik tidak terpapar bahan kimia sehingga kita tidak perlu terlalu lama mencucinya yang berakibat penggunaan air bersih yang lebih banyak.
  • Membeli produk lokal.
    Membeli bahan makanan yang dihasilkan di sekitar kita. Mengkonsumsi buah dan sayur yang ditanam oleh petani dari kota tentangga lebih bijak daripada membeli sayur dan buah impor. Buang jauh alasan prestisius, sayur dan buah impor diterbangkan berjam-jam dengan menggunakan bahan bakar yang mahal dan berpotensi merusak lingkungan untuk sampai di meja makan kita.
  • Teliti sebelum makan.
    Cermati apakah bahan makanan kita mengandung bagian tubuh satwa dilindungi atau tidak. Tentunya kita tidak ingin berurusan dengan hukum yang berawal dari semangkok sup bukan???..
  • Composting.
    Sisa nasi dan sayur sebaiknya tidak langsung di buang di tempat sampah. Meskipun terbilang 'sisa', nasi dan sayur atau sejenisnya masih menyimpan energi yang bisa dimanfaatkan. Jadikan beberapa meter persegi dari halaman kita sebagai 'pabrik' pupuk alami dari sampah dapur dengan sistem pengomposan.

    Luasan ini disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Tidak perlu risau bila kita tidak punya cukup lahan untuk membuat lubang kompos. Sekarang ini ada keranjang sampah yang didesain sedemikian rupa untuk menggantikan fungsi tanah dalam pengomposan. Sehingga kita tetap bisa mengompos bahan organik dapur meski tinggal di apartemen atau kamar kos
Quote:
2. Ruang Cuci dan Kamar Mandi
  • Deterjen tanpa Fosfat.
    Kandungan fosfat di badan sungai memang diperlukan, namun bila fosfat ini ditemukan dengan konsentrasi tinggi dapat berpotensi menyuburkan alga, enceng gondok dan tumbuhan sejenis di sungai. Hal ini bukan positif, karena alga dan enceng gondok yang terlalu banyak dapat menurunkan kandungan oksigen di dalam sungai dan menghalangi penetrasi sinar matahari. Hal ini akan mengganggu kehidupan ikan dan organisme lain yang hidup di dalam sungai. Apa hubungannya dengan deterjen? Salah satu produk dimana fosfat dapat ditemukan adalah di dalam deterjen. Penggunaan deterjen seperti inilah yang mengancam kehidupan organisme sungai.
  • Hemat penggunaan air.
    Tentu saja, kita harus hemat menggunakan air. Namun hemat air bukan berarti menurunkan standar kebersihan. Segera perbaiki pipa air yang bocor dan keran air yang tidak menutup sempurna. Bukan karena kita punya banyak uang sehingga kita mampu membayar berapapun besarnya tagihan air, apa yang bisa dibeli oleh uang kita bila air sudah habis dan sumber air sudah kering??
  • Bila tidak diperlukan.
    hindari penggunaan sabun antiseptik berlebihan. Sabun antiseptik menjanjikan kita terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Sementara itu di lingkungan ini juga terdapat mikroorganisme yang menguntungkan manusia. Agen antiseptik yang terkandung dalam sabun akan membunuh tidak hanya mikroorganisme merugikan tetapi juga mikroorganisme menguntungkan. Bila hal ini dilakukan terus menerus, kehidupan mikroorganisme bermanfaat akan terancam.
Quote:
3. Garasi
  • Servis kendaraan.
    Servis kendaraan perlu kita lakukan secara rutin. Kondisi mesin yang prima akan turut menghemat konsumsi bahan bakar. Segera perbaiki bila ada kerusakan pada kendaraan kita.
  • Segera jual onderdil kendaraan yang tidak terpakai.
    Selain bernilai ekonomis, menjual onderdil kendaraan akan memperlancar proses reuse. Kemungkinan ada orang lain yang lebih membutuhkan onderdil tersebut.

4. Ruang Tamu, Kamar dan Ruang Keluarga
  • Hemat penggunaan listrik.
    Listrik merupakan salah satu penyumbang pemanasan global bagi bumi ini. Menghemat listrik berarti mengurangi penyebab pemanasan global.

    Penghematan ini dapat dilakukan dengan cara:
    1. Menurunkan suhu pendingin ruangan bila tidak diperlukan
    2. Mematikan lampu setelah pemakaian
    3. Mencabut kabel peralatan elektronik dari stop kontak ketika bepergian
    Peralatan elektronik meski dalam kondisi mati bila masih terhubung sumber listrik masih menyerap arus listrik sebanyak sekitar 40 %.
  • Non CFC.
    Kandungan freon berpotensi melubangi lapisan ozon bumi. Bebaskan rumah kita dari pendingin ber-CFC.
  • No Aerosol.
    Bila memungkinkan ganti pewangi ruangan aerosol rumah kita dengan produk pewangi scented, mengganti anti nyamuk semprot dengan anti nyamuk elektrik.
  • Perangkat elektronik hemat energi.
    Konsultasikan dengan pramuniaga produk elektronik yang ingin kita beli. Berapa besar energi listrik yang diserap? Apakah sebanding dengan fungsi fitur yang disediakan? Apakah ada produk sejenis yang lebih hemat listrik? Sekali lagi bukan berapa banyak uang yang kita miliki, namun berapa besar kepedulian kita terhadap lingkungan.
  • Optimalkan cahaya matahari sebagai penerangan rumah.
    Tidak ingin menggunakan lampu terlalu banyak di siang hari, desain ulang atap dan dinding rumah untuk mendapatkan hangatnya sinar matahari.
Lihat yg lebih 'hijau' di sini !

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2010 • Se Ha Ti • Design by Dzignine